jurnal PI

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1. Latar Belakang Masalah

Perusahaan yang bergerak di bidang industri, perdagangan, ataupun bidang lainnya senantiasa menginginkan adanya kontinuitas dan perkembangan usahanya. Kontinuitas dan perkembangan tersebut dapat terlaksana apabila ditunjang kemampuan mengkoordinir fungsi-fungsi perusahaan secara efektif. Untuk dapat menjalankan usaha setiap perusahaan membutuhkan dana. Dana diperoleh dari pemilik perusahaan maupun dari utang. Dana yang diterima oleh perusahaan digunakan untuk membeli aktiva tetap  untuk memproduksi barang, membeli bahan-bahan untuk kepentingan produksi dan penjualan ataupun membeli surat berharga baik untuk kepentingan transaksi maupun menjaga likuiditas perusahaan.

Perusahaan dalam melakukan bisnis memerlukan aktiva riil, baik yang berwujud seperti mesin, pabrik, kantor, kendaraan maupun yang tidak berwujud seperti keahlian, merk dagang dan hak paten. Untuk memperoleh aktiva riil tersebut perusahaan harus mencari uang untuk membayarnya antara lain dengan cara menjual saham atau obligasi bagi perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas, sekuritas lain, atau mencari kredit dari bank. Dilihat dari suatu saat tertentu, kelompok dana yang ada dalam perusahaan bersifat statis yang mencerminkan keadaan pada suatu saat, yakni yang tercantum pada jumlah aktiva lancar dan jumlah aktiva tidak lancar pada suatu saat tertentu, jumlah sumber dana yang digunakan untuk membelanjai atau mendanai aktiva tersebut pada suatu saat tertentu.

Pembelanjaan merupakan salah satu fungsi perusahaan yang memegang peranan penting bagi keberhasilan suatu perusahaan. Yang dimaksud pembelanjaan di sini adalah pembelanjaan perusahaan. Pembelanjaan perusahaan tersebut adalah keseluruhan aktivitas yang bersangkutan dengan usaha untuk mendapatkan dana dan menggunakan atau mengalokasikan dana tersebut. Masalah pembelanjaan adalah masalah yang sentral dalam pencapaian tujuan perusahaan di samping masalah-masalah penting lain yang meliputi di bidang produksi, marketing, dimana antara satu fungsi dengan yang lainnya berkaitan erat dan saling menunjang.

Prinsip manajemen perusahaan  menuntut agar lebih baik dalam memperoleh maupun dalam menggunakan dana harus didasarkan kepada pertimbangan efisiensi dan efektivitas. Dengan demikian, maka pembelanjaan perusahaan tidak lain adalah manajemen untuk fungsi-fungsi pembelanjaan. Dalam pengertian manajemen terkandung fungsi-fungsi perencanaan, pengarahan, dan pengendalian. Berhubungan dengan itu maka perlu ada perencanaan dan pengendalian yang baik dalam menggunakan maupun dalam pemenuhan kebutuhan dana. Dari uraian tersebut maka pada dasarnya dapat dikatakan bahwa fungsi pembelanjaan meliputi fungsi penggunaan dana atau pengalokasian dana dan fungsi pemenuhan kebutuhan dana atau fungsi pendanaan.

Fungsi penggunaan atau pengalokasian dana harus dilakukan secara efisien. Ini berarti bahwa setiap rupiah dana yang tertanam dalam aktiva harus digunakan seefisien mungkin untuk dapat menghasilkan rentabilitas yang maksimal. Fungsi penggunaan dana meliputi perencanaan dan pengendalian penggunaan aktiva baik dalam aktiva lancar maupun aktiva tetap. Efisiensi penggunaan dana secara langsung akan menentukan besar kecilnya tingkat keuntungan yang dihasilkan dari rentabilitas.

Fungsi pemenuhan kebutuhan dana atau fungsi pendanaan juga harus dilakukan secara efisien. Dimana manajer keuangan harus mengusahakan agar perusahaan dapat memperoleh dana yang diperlukan dengan biaya yang minimal dengan syarat-syarat yang paling menguntungkan. Manajer keuangan harus mempertimbangkan dengan cermat sifat dan biaya dari masing-masing sumber dana yang akan dipilih dalam mengambil keputusan pendanaan. Berkaitan dengan hal tersebut maka pengertian pembelanjaan perusahaan dapat didefinisikan sebagai keseluruhan aktivitas perusahaan yang bersangkutan dengan usaha untuk mendapatkan dana yang diperlukan dengan biaya yang minimal dan syarat-syarat yang paling menguntungkan beserta usaha untuk menggunakan dana tersebut seefisien mungkin.

Masalah rentabilitas adalah pada perusahaan pada umumnya dipandang lebih penting daripada masalah laba, karena            laba yang besar saja belum tentu merupakan ukuran bahwa perusahaan itu telah dapat bekerja dengan efisien. Efisien baru dapat diketahui dengan membandingkan laba yang diperoleh pada suatu periode tertentu dengan kekayaan atau modal yang digunakan untuk menghasilkan laba tersebut, atau dengan kata lain kemampuan untuk menghasilkan laba tidak cukup diukur berdasarkan profitabilitas dari hasil penjualannya saja, tetapi dari rentabilitas modal yang dimilikinya.

Sebagaimana diketahui setiap perusahaan selalu berupaya meningkatkan peranan aktiva, karena kemampuan material dalam perusahaan bersumber dari kekuatan asetnya. Di lain pihak, perusahaan tentu tidak hanya melihat  asetnya tetapi mengkaji secara mendalam efektivitas yang dapat ditimbulkannya, dalam hal ini rentabilitas ekonomi. Jadi  analisa rentabilitas ekonomi merupakan  alat pengukur efisiensi penggunaan modal, maka dengan membandingkan tingkat rentabilitas untuk beberapa periode dapat diketahui bagaimana perkembangan efisiensi penggunaan modal yang telah digunakan oleh perusahaan,

Berdasarkan uraian di atas, maka penulis tertarik memilih judul “PENGARUH OPERATING PROFIT MARGIN DAN TOTAL ASSETS TURN OVER TERHADAP RENTABILITAS EKONOMI pada PT. GAJAH TUNGGAL Tbk”.

 

 

 

 

 

 

 

1.2. Rumusan dan Batasan Masalah

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, perumusan masalah dalam penelitian ini adalah :

a.    Adakah pengaruh operating profit margin terhadap rentabilitas ekonomi?

b.    Adakah pengaruh total assets turn over terhadap rentabilitas ekonomi?

c.    Adakah pengaruh operating profit margin dan total assets turn over terhadap rentabilitas ekonomi?

Batasan Masalah

Dalam penelitian ilmiah  ini penulis hanya menjelaskan permasalahan pada Operating Profit Margin dan Total Assets Turn Over dalam mencari tingkat rentabilitas ekonomi, dan seberapa besar pengaruh operating profit margin dan total assets turn over terhadap rentabilitas ekonomi.

 

1.3. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang sejauh mana pengaruh operating profit margin dan total assets turn over dalam rentabilitas ekonomi  yang terdapat pada perusahaan. Secara operasional tujuan penelitian ini adalah :

a.    Untuk mengetahui adanya pengaruh operating profit margin terhadap rentabilitas ekonomi.

b.    Untuk mengetahui adanya pengaruh total assets turn over terhadap rentabilitas ekonomi.

c.    Untuk mengetahui adanya pengaruh operating profit margin dan total assets turn over terhadap rentabilitas ekonomi

 

 

 

1.4. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian yang diperoleh diharapkan dapat diambil manfaatnya oleh beberapa pihak sebagai berikut :

a.     Bagi penulis

Dapat menambah ilmu pengetahuan tentang masalah yang terjadi sesungguhnya di dalam perusahaan dan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan program studi Strata Satu (S1) Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma.

b.      Bagi perusahaan

Membantu manajemen perusahaan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menjalankan usahanya sehingga dapat dijadikan dasar oleh pemilik perusahaan dalam menentukan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang akan diambil dan sebagai bahan pertimbangan dimasa-masa yang akan datang sehingga dapat diambil keputusan yang lebih tepat.

c.       Bagi pembaca

Dapat dijadikan bahan referensi dan dapat menambah pengetahuan dalam bidang keuangan, khususnya mengenai rentabilitas ekonomi

 

1.5. Metode Penelitian

1.5.1. Objek Penelitian

Objek yang diteliti oleh penulis adalah PT. Gajah Tunggal Tbk. yang bertumbuh menjadi produsen ban terpadu terbesar di Asia Tenggara.

 

1.5.2. Data / Variabel

Data yang digunakan dalam penulisan ini adalah laporan keuangan yang dibutuhkan yaitu neraca dan laporan laba rugi pada tahun 2006-2009 dengan menggunakan variabel linier berganda. Khususnya komponen laba operasi, penjualan, total aktiva dan modal sendiri.

1.5.3. Metode Pengumpulan Data

Cara yang digunakan adalah :

a.                   Data sekunder yaitu data yang diperoleh dalam bentuk yang sudah jadi

b.                  Data eksternal yaitu data yang menggambarkan kegiatan diluar

organisasi

 

1.5.4. Hipotesis

Hipotesis tidak lain dari jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang sebenarnya harus diuji. Berdasarkan pada kerangka penelitian yang digambarkan diatas dan teori-teori yang menyangkut permasalahan penelitian yang telah dibahas sebelumnya, maka hipotesis dalam penelitian imiah ini yaitu tentang pengaruh antara dua variabel atau lebih. Hipotesis dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:

Ho1     : tidak ada pengaruh operating profit margin terhadap rentabilitas

ekonomi

Ho2     : tidak ada pengaruh total assets turn over terhadap rentabilitas

ekonomi

Ho3     : tidak ada pengaruh operating profit margin dan total assets turn  over

terhadap rentabilitas ekonomi

Ha1      : ada pengaruh operating profit margin terhadap rentabilitas

ekonomi

Ha2      : ada pengaruh total assets turn over terhadap rentabilitas ekonomi

Ha3      : ada pengaruh operating profit margin dan total assets turn  over

terhadap rentabilitas ekonomi

 

1.5.5. Alat Analisis yang digunakan

Alat analisis yang digunakan penulis dalam pembahasan dan penelitian adalah :

a.    Analisis Normalitas yaitu melakukan screening terhadap data yang akan diolah untuk uji normalitas data, dapat menggunakan bantuan program SPSS.

 

b.    Analisis Deskriptif yaitu memberikan gambaran atau deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata (mean), standar deviasi, varian, maksimum, minimum, sum, range, kurtosis, dan swekness (kemencengan distribusi).

 

 

Analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda. Persamaan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu:

 

Keterangan:

= Rentabilitas Ekonomi

= Konstanta

= Koefisien regresi masing-masing variabel

= Operating Profit Margin

= Total Asset Turn Over

 

 

BAB III

METODE PENELITIAN

 

3.1. Objek Penelitian

Perusahaan ini didirikan pada tahun 1951, PT Gajah Tunggal Tbk. memulai produksi bannya dengan ban sepeda. Sejak itu, Perusahaan bertumbuh menjadi produsen ban terpadu terbesar di Asia Tenggara. Perusahaan memperluas produksi dengan membuat variasi produk melalui produksi ban sepeda motor tahun 1971, diikuti oleh bas bias untuk penumpang dan komersial di tahun 1981. Awal tahun 90an, perusahaan mulai memproduksi ban radial untuk mobil berpenumpang dan truk.

 

3.2. Data / Variabel Yang Digunakan

Data yang digunakan dalam penulisan ini adalah laporan keuangan yang dibutuhkan yaitu neraca dan laporan laba rugi pada tahun 2006-2009.

Variabel yang digunakan dalam penulisan ilmiah ini adalah variabel dependent dan independent, dimana penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh variabel independent terhadap variabel dependent. Variabel dependent dalam penelitian ini adalah rentabilitas ekonomi, sedangkan variabel independentnya adalah rasio Operating Profit Margin dan Total Asset Turn Over.

Maka variabel yang akan diteliti lebih lengkap dijelaskan sebagai berikut:

Variabel Independent (X)

Operating Profit

Operating Profit Margin = ————————  x 100 %

Net Sales

Operating Profit Margin (X1)

 

 

Net Sales

Total assets turn over =      —————      x 1 kali

Total Assets

Total Asset Turn Over ( X2 )

Variabel Dependent (Y)

Rentabilitas merupakan kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba secara teratur. Rentabilitas sering digunakan untuk mengukur efisiensi modal dalam suatu perusahaan dengan membandingkan antara laba dengan modal yang digunakan dalam operasi. Oleh karena itu keuntungan yang besar tidak menjamin atau bukan ukuran bahwa perusahaan tersebut rentabel.

 

Laba Operasi

RE =    —————————————  x 100 %

Modal Asing + Modal Sendiri

 

 

 

 

3.3. Metode Pengumpulan Data

Untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan dilakukan proses pengumpulan data melalui dokumentasi. Untuk metode pengumpulan data yang dilakukan dengan membuat salinan dengan cara mengumpulkan arsip dan catatan-catatan perusahaan yang ada.

Data yang dibutuhkan terdiri dari data sekunder. Pengumpulan data yang

dilakukan dengan mendownload dari www.idx.co.id untuk memperoleh laporan keuangan perusahaan manufaktur.

 

3.4. Hipotesis

Hipotesis tidak lain dari jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang sebenarnya harus diuji. Hipotesis bisa saja benar dan bisa saja salah. Berdasarkan pada kerangka penelitian yang digambarkan diatas dan teori-teori yang menyangkut permasalahan penelitian yang telah dibahas sebelumnya, maka hipotesis dalam penelitian imiah ini yaitu tentang pengaruh antara dua variabel atau lebih. Hipotesis dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:

 

Ho1     : tidak ada pengaruh operating profit margin terhadap rentabilitas ekonomi

Ho2     : tidak ada pengaruh total assets turn over terhadap rentabilitas ekonomi

Ho3     : tidak ada pengaruh operating profit margin dan total assets turn  over

terhadap rentabilitas ekonomi

Ha1      : ada pengaruh operating profit margin terhadap rentabilitas ekonomi

Ha2      : ada pengaruh total assets turn over terhadap rentabilitas Ekonomi

Ha3      : ada pengaruh operating profit margin dan total assets turn  over

terhadap rentabilitas Ekonomi

3.5. Alat analisis Yang Digunakan

3.5.1. Uji Asumsi Klasik

Ada tiga penyimpangan asumsi klasik yang cepat terjadi dalam penggunaan model regresi linier berganda, yaitu multikoliniearitas, heteroskedastisitas dan autokorelasi tidak bersifat BLUE (Best Linier Unblased Estimation), karenanya perlu dideteksi terlebih dahulu kemungkinan terjadinya penyimpangan tersebut dengan menggunakan:

 

3.5.1.1.   Uji Normalitas Data

uji normalitas digunakan untuk menguji apakah variabel dependen dan independen memiliki distribusi normal ataukah tidak. Untuk menguji data berdistribusi normal atau tidak normal apabila dilihat dari grafik plot linear dan histogram. Grafik histogram menunjukkan pola yang mendekati bentuk bel dan plot linear memperlihatkan data yang bergerak mengikuti garis linear diagonal sehingga dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal dan memenuhi asumsi normalitas.

 

 

 

 

3.5.1.2. Uji Multikolinieritas

Uji multikolineritas digunakan untuk mengetahui apakah ada hubungan linear antar variabel independen dalam model regresi. Uji multikolineritas ini menggunakan metode pengujian dengan melihat nilai VIF dimana dasar keputusannya adalah sebagai berikut :

a.             Jika VIF > 10, maka ada multikolineritas

b.            Jika VIF < 10, maka tidak ada multikolineritas

 

3.5.1.3.    Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedasitas digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke periode pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homokedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang terdapat homokedastisitas atau tidak terjadi gejala heteroskedastisitas. Analisis pada gambar yang menyatakan model regresi linier berganda tidak terdapat heteroskedastisitas jika:

a.       Titik-titik data menyebar diatas dan dibawah atau disekitar angka 0.

b.      Titik-titik data tidak mengumpul hanya diatas atau dibawah saja.

c.       Penyebaran titik-titik data tidak boleh membentuk pola bergelombang melebar kemudian menyempit dan melebar kembali.

d.      Penyebaran titik-titik data sebaiknya tidak berpola

 

 

3.5.1.4.    Autokorelasi

Uji Autokorelasi dimaksudkan untuk mengetahui apakah terjadi korelasi antara anggota serangkaian data observasi yang diuraikan menurut waktu (time series) atau ruang (cross sectional). Hal ini mempunyai arti bahwa suatu tahun tertentu dipengaruhi oleh tahun berikutnya.

 

Untuk mendeteksi autokorelasi dalam penelitian ini maka digunakan uji Durbin Watson (DW) dengan melihat DW test. Menurut Algifari (2000) untuk mengetahui terjadinya autokorelasi, maka digunakan tabel sebagai berikut:

Tabel 3.1

Pengukuran Autokorelasi

 

Durbin Watson Kesimpulan
Kurang dari 1,10

1,10 sampai dengan 1,54

1,55 sampai dengan 2,46

2,47 sampai dengan 2,90

Lebih dari 2,90

Ada autokorelasi

Tanpa kesimpulan

Tidak ada autokorelasi

Tanpa kesimpulan

Ada autokorelasi

 

 

 

 

 

 

 

3.5.2 Analisis Regresi Linier Berganda

Analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda. Persamaan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu:

 

Keterangan:

= Rentabilitas Ekonomi

= Konstanta

= Koefisien regresi masing-masing variabel

= Operating Profit Margin

= Total Asset Turn Over

 

 

 

 

 

3.5.3 Pengujian hipotesis

1.      Uji t

Bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial.

Prosedur pengujian hipotesis dengan uji-t:

a.       Menentukan hipotesis

b.      Membandingkan probabilitas t-hitung dengan alpha = 5 %

c.       Kriteria penerimaan dan penolakan hipotesis :

a)      Ho ditolak jika p ≤ 0,05

b)      Ho diterima jika p ≥ 0,05

 

2.      Uji F

Uji F digunakan untuk menguji pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara bersama-sama.

Langkah-langkah :

a.       Menentukan hipotesis

b.      Membandingkan probabilitas F-hitung dengan alpha = 5 %

c.       Kriteria penerimaan dan penolakan hipotesis :

a)      Ho ditolak jika p ≤ 0,05

b)      Ho diterima jika p ≥ 0,05

 

 

 

 

BAB IV

PEMBAHASAN

4.1. Data dan Profile objek Perusahaan

Perusahaan ini didirikan pada tahun 1951, PT Gajah Tunggal Tbk. memulai produksi bannya dengab ban sepeda. Sejak itu, Perusahaan bertumbuh menjadi produsen ban terpadu terbesar di Asia Tenggara. Perusahaan memperluas produksi dengan membuat variasi produk melalui produksi ban sepeda motor tahun 1971, diikuti oleh bas bias untuk penumpang dan komersial di tahun 1981. Awal tahun 90an, perusahaan mulai memproduksi ban radial untuk mobil berpenumpang dan truk.

 

Visi dan Misi Perusahaan :

Pengembangan operasional Gajah Tunggal selalu berpedoman pada visi dan misi yang membantu perusahaan tetap fokus dalam meraih pencapaian keberhasilan. Visi dan misi ini membantu Gajah Tunggal untuk selalu berupaya mencapai idealisme dengan mengingatkan manajemen serta karyawan bahwa mereka bekerja sama demi tujuan yang sama, yang akan menjadi sumbangan dalam keberhasilan jangka panjang perusahaan.

 

Data rentabilitas ekonomi yang digunakan

Variabel yang digunakan dalam penulisan ilmiah ini adalah variabel dependent dan independent, dimana penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh variabel independent terhadap variabel dependent. Variabel dependent dalam penelitian ini adalah rentabilitas ekonomi, sedangkan variabel independentnya adalah rasio operating profit margin & total asset turn over.

Berdasarkan pada masalah dan hipotesis yang akan diuji, maka variabel-variabel yang akan diteliti lebih lengkap dijelaskan sebagai berikut:

 

Variabel Independent (X)

  1. Operating Profit Margin (X1)

Operating profit margin mengukur persentase dari profit yang diperoleh dari tiap penjualan sebelum dikurangi dengan biaya bunga dan pajak. Pada umumnya semakin tinggi tingkat operating profit margin semakin baik, dan semakin rendah biaya relatif dan barang yang dijual.

Operating Profit

Operating Profit Margin =         ——————–  x 100 %

Net Sales

 

 

 

 

 

 

 

Berikut ini merupakan data atau hasil perhitungan operating profit margin perusahaan ban tahun 2003-2010 :

 

Tabel 4.1

Data Perhitungan Operating Profit Margin

    Operating profit net sales operating profit margin
2003 mar 232.443.565.000 2.457.645.456.000 9,457977937
jun 330.771.788.000 3.381.556.394.000 9,781643405
sep 565.866.602.000 5.240.771.619.000 10,79739098
des 683.774.000.000 6.807.579.000.000 10,04430503
2004 mar 232.443.565.000 2.457.645.456.000 9,457977937
jun 330.771.788.000 3.381.556.394.000 9,781643405
sep 565.866.602.000 5.240.771.619.000 10,79739098
des 683.774.000.000 6.807.579.000.000 10,04430503
2005 mar 124.460.000.000 1.158.434.000.000 10,74381449
jun 237.403.826.000 2.327.637.383.000 10,19934753
sep 338.139.720.000 3.618.015.206.000 9,346000521
des 407.296.000.000 4.834.003.000.000 8,425646405
2006 mar 111.441.000.000 1.229.629.000.000 9,062977532
jun 211.408.000.000 2.653.739.000.000 7,966420209
sep 291.736.000.000 4.123.583.000.000 7,074818186
des 365.121.000.000 5.470.730.000.000 6,674081887
2007 mar 171.463.000.000 1.535.003.000.000 11,17020618
jun 339.538.000.000 3.218.077.000.000 10,55095947
sep 541.602.000.000 5.048.096.000.000 10,72883717
des 664.749.000.000 6.659.854.000.000 9,981435028
2008 mar 192.324.000.000 1.849.698.000.000 10,39758923
jun 374.282.000.000 3.893.787.000.000 9,612287472
sep 435.652.000.000 5.357.543.000.000 8,131563293
des 581.353.000.000 7.963.473.000.000 7,300244504
2009 mar 74.187.000.000 1.737.219.000.000 4,27044604
jun 153.424.000.000 3.213.612.000.000 4,774191782
sep 758.477.000.000 5.838.636.000.000 12,99065398
des 1.144.990.000.000 7.936.432.000.000 14,42701204
2010 mar 162.780.000.000 1.876.524.000.000 8,674549326
jun 543.121.000.000 3.242.625.000.000 16,74942369

 

 

 

  1. Total Asset Turn Over (X2)

total assets turn over adalah suatu rasio keuangan yang dapat menggambarkan seberapa efisien perusahaan menggunakan aktiva atau asset yang dimiliki untuk menghasilkan penjualan dan mendatangkan laba bagi perusahaan.

 

Net Sales

Total assets turn over =        —————–         x 1 kali

Total Assets

 

 

 

 

Berikut ini merupakan data total asset turn over perusahaan ban tahun 2003-2010 :

Tabel 4.2

Data Perhitungan Total Asset Turn Over

    net sales total assets total asset turn over
2003 mar 2.457.645.456.000 9.432.051.453.000 0,260563194
jun 3.381.556.394.000 9.558.074.279.000 0,353790554
sep 5.240.771.619.000 9.651.358.202.000 0,543008715
des 6.807.579.000.000 6.341.117.000.000 1,073561488
2004 mar 2.457.645.456.000 9.432.051.453.000 0,260563194
jun 3.381.556.394.000 9.558.074.279.000 0,353790554
sep 5.240.771.619.000 9.651.358.202.000 0,543008715
des 6.807.579.000.000 6.341.117.000.000 1,073561488
2005 mar 1.158.434.000.000 6.474.376.000.000 0,178925969
jun 2.327.637.383.000 6.672.195.282.000 0,348856304
sep 3.618.015.206.000 8.010.370.709.000 0,451666388
des 4.834.003.000.000 7.479.373.000.000 0,646311262
2006 mar 1.229.629.000.000 7.505.138.000.000 0,163838293
jun 2.653.739.000.000 7.410.162.000.000 0,35812159
sep 4.123.583.000.000 7.428.412.000.000 0,555109625
des 5.470.730.000.000 7.276.025.000.000 0,751884442
2007 mar 1.535.003.000.000 7.220.384.000.000 0,212592987
jun 3.218.077.000.000 8.310.093.000.000 0,387249216
sep 5.048.096.000.000 8.128.551.000.000 0,621032703
des 6.659.854.000.000 8.454.693.000.000 0,78771092
2008 mar 1.849.698.000.000 8.491.913.000.000 0,217818765
jun 3.893.787.000.000 8.746.935.000.000 0,445160162
sep 5.357.543.000.000 8.734.092.000.000 0,613405835
des 7.963.473.000.000 8.713.559.000.000 0,913917379
2009 mar 1.737.219.000.000 8.376.716.000.000 0,207386642
jun 3.213.612.000.000 8.324.986.000.000 0,386020109
sep 5.838.636.000.000 8.527.011.000.000 0,684722466
des 7.936.432.000.000 8.877.146.000.000 0,89402968
2010 mar 1.876.524.000.000 8.317.986.000.000 0,22559836
jun 3.242.625.000.000 8.536.963.000.000 0,379833554

 

Variabel Dependent (Y)

Rentabilitas merupakan kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba secara teratur. Rentabilitas sering digunakan untuk mengukur efisiensi modal dalam suatu perusahaan dengan membandingkan antara laba dengan modal yang digunakan dalam operasi.

Laba Operasi

RE =    ———————————–         x 100 %

Modal Asing + Modal Sendiri

 

 

 

 

Berikut ini merupakan data rentabilitas ekonomi perusahaan ban 2003-2010 :

Tabel 4.3

Data Perhitungan Rentabilitas Ekonomi

    operating profit capital rentabilitas ekonomi
2003 mar 232.443.565.000 1.584.000.000.000 14,67446749
jun 330.771.788.000 1.584.000.000.000 20,88205732
sep 565.866.602.000 1.584.000.000.000 35,72390164
des 683.774.000.000 1.584.000.000.000 43,16755051
2004 mar 232.443.565.000 1.584.000.000.000 14,67446749
jun 330.771.788.000 1.584.000.000.000 20,88205732
sep 565.866.602.000 1.584.000.000.000 35,72390164
des 683.774.000.000 1.584.000.000.000 43,16755051
2005 mar 124.460.000.000 1.584.000.000.000 7,857323232
jun 237.403.826.000 1.584.000.000.000 14,98761528
sep 338.139.720.000 1.584.000.000.000 21,34720455
des 407.296.000.000 1.584.000.000.000 25,71313131
2006 mar 111.441.000.000 1.584.000.000.000 7,035416667
jun 211.408.000.000 1.584.000.000.000 13,34646465
sep 291.736.000.000 1.584.000.000.000 18,41767677
des 365.121.000.000 1.584.000.000.000 23,05056818
2007 mar 171.463.000.000 1.584.000.000.000 10,82468434
jun 339.538.000.000 1.584.000.000.000 21,4354798
sep 541.602.000.000 1.584.000.000.000 34,19204545
des 664.749.000.000 1.742.400.000.000 38,15134298
2008 mar 192.324.000.000 1.742.400.000.000 11,03787879
jun 374.282.000.000 1.742.400.000.000 21,48083104
sep 435.652.000.000 1.742.400.000.000 25,00298439
des 581.353.000.000 1.742.400.000.000 33,36507117
2009 mar 74.187.000.000 1.742.400.000.000 4,257747934
jun 153.424.000.000 1.742.400.000.000 8,805325987
sep 758.477.000.000 1.742.400.000.000 43,53058999
des 1.144.990.000.000 1.742.400.000.000 65,71338384
2010 mar 162.780.000.000 1.742.400.000.000 9,342286501
jun 543.121.000.000 1.742.400.000.000 31,17085629

4.2. Hasil Penelitian dan Analisis / Pembahasan

4.2.1. Uji Asumsi Klasik

Model persamaan regresi linear berganda dapat diterima secara ekonometrika jika memenuhi syarat Best Linear Unbiased Estimation (BLUE) dan memenuhi asumsi klasik antara lain bebas dari multikolinieritas, heteroskedastisitas dan autokorelasi diantara variabel-variabel bebas dalam model regresi tersebut.

1.      Uji Normalitas Data

Tujuan dilakukannya uji normalitas data adalah untuk menguji apakah di dalam model regresi, variabel dependen dan independen memiliki distribusi normal ataukah tidak. Untuk menguji data berdistribusi normal atau tidak normal apabila dilihat dari grafik plot linear.  Plot linear memperlihatkan data yang bergerak mengikuti garis linear diagonal sehingga dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal dan memenuhi asumsi normalitas. Dari program SPSS versi 17, 0 dapat dilihat gambar berikut:

 

 

Gambar 4.1

Normal P-P Plot

Dari gambar tersebut terlihat bahwa sebaran data pada chart diatas tersebar di sekeliling garis lurus tersebut ( tidak terpencar jauh dari garis lurus ) sehingga dapat dikatakan data berdistribusi normal

 

2.      Uji Multikolinearitas

Pengujian terhadap Multikolinieritas dilakukan untuk mengetahui apakah antara variabel bebas itu saling berkorelasi, atau ada hubungan linear di antara variabel-variabel bebas dalam model regresi. Dari program SPSS versi 17, 0 dapat dilihat tabel berikut:

Tabel 4.4

Hasil Uji Multikolinearitas

 

Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Correlations Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Zero-order Partial Part Tolerance VIF
1 (Constant) -11.684 10.179   -1.148 .261          
Operating profit 2.655 .965 .454 2.751 .010 .476 .468 .451 .989 1.011
Total Assets 11.861 9.032 .217 1.313 .200 .263 .245 .215 .989 1.011
a. Dependent Variable: Rentabilitas

 

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa angka toleransi dari variabel operating profit margin sebesar 0.989; total asset turn over sebesar 0.989 dan nilai VIF dari variabel Profit margin sebesar 1.011 ; Total asset turn over sebesar 1.011. Berdasarkan hasil perhitungan diatas dapat dilihat bahwa angka tolerance dan nilai VIF semua variabel bebas < 10, menunjukkan bahwa model regresi tersebut tidak terdapat masalah multikolinearitas.

 

 

3.      Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedasitas digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke periode pengamatan yang lain. Cara untuk mendeteksi adanya heteroskedastisitas dapat dilihat sebaran titik pada scatterplot.

Dibawah ini merupakan hasil dari grafik scatterplot dari SPSS 17.

 

 

 

Gambar 4.2

Scatterplot

Grafik tersebut menunjukkan titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 atau diantara 1 dan -1 pada sumbu Y dan titik-titik tersebut tidak menunjukkan suatu bentuk atau pola tertentu atau dapat dikatakan memenuhi persyaratan yang ada, sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi linier berganda terbebas dari asumsi klasik heteroskedastisitas dan layak digunakan dalam penelitian.

 

4.      Uji Autokorelasi

Untuk mendeteksi autokorelasi dalam penelitian ini maka digunakan uji Durbin Watson (DW) dengan melihat DW test. Untuk mengetahui terjadinya autokorelasi, maka digunakan tabel sebagai berikut:

 

 

 

Tabel 4.5

Pengukuran Autokorelasi

 

Durbin Watson Kesimpulan
Kurang dari 1,10

1,10 sampai dengan 1,54

1,55 sampai dengan 2,46

2,47 sampai dengan 2,90

Lebih dari 2,90

Ada autokorelasi

Tanpa kesimpulan

Tidak ada autokorelasi

Tanpa kesimpulan

Ada autokorelasi

 

 

Tabel 4.6

Uji autokorelasi

 

Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson
1 .523a .273 .219 12.72236705 1.953
a. Predictors: (Constant), Total Assets, Operating profit
b. Dependent Variable: Rentabilitas

 

 

 

 

 

 

 

 

Dari perhitungan SPSS for windows, nilai Durbin Watson (DW) sebesar 2.128 Nilai DW terletak antara 1,55 sampai dengan 2,46 dengan kesimpulan tidak ada autokorelasi antar masing-masing variabel bebas, sehingga model regresi yang terbentuk dari nilai variabel terikat yaitu rentabilitas ekonomi hanya dijelaskan oleh variabel bebas yaitu rasio profitabilitas.

4.2.2. Analisis Pengaruh Rasio Profitabilitas Terhadap Rentabilitas

Adapun hasil regresi linier berganda pengaruh rasio profitabilitas terhadap rentabilitas ekonomi perusahaan manufaktur adalah sebagai berikut:

Tabel 4.7

Hasil Analisis Regresi

 

 

Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) -11.684 10.179   -1.148 .261
Operating profit 2.655 .965 .454 2.751 .010
Total Assets 11.861 9.032 .217 1.313 .200
a. Dependent Variable: Rentabilitas

 

Y = -11.684 + 2.655X1 + 11.861X2

 

Keterangan :

Y  =  rentabilitas ekonomi

X1 = operating profit margin

X2 =  total asset turn over

 

Koefisien-koefisien persamaan regresi linier berganda di atas dapat diartikan sebagai berikut :

1.      Konstanta (a) sebesar -11.684 mempunyai arti apabila rasio keuangan sama dengan nol maka rentabilitas ekonomi perusahaan ban bernilai negatif sebesar -11.684.

2.      Koefisien regresi operating profit margin sebesar 2.655 mempunyai arti setiap kenaikan rasio operating profit margin sebesar 1 satuan akan berpengaruh positif terhadap rentabilitas ekonomi perusahaan ban sebesar 2.655 satuan.

3.      Koefisien regresi total asset turn over sebesar 11.861 mempunyai arti setiap kenaikan rasio total asset turn over sebesar 1 satuan akan berpengaruh positif terhadap rentabilitas ekonomi perusahaan ban sebesar 11.861 satuan.

 

4.2.3. Uji Hipotesis

a. Uji Parsial

Uji-t bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio operating profit margin dan total asset turn over terhadap rentabilitas ekonomi PT. Gajah Tunggal Tbk.

Tabel 4.8

Hasil Uji-t

 

Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) -11.684 10.179   -1.148 .261
Operating profit 2.655 .965 .454 2.751 .010
Total Assets 11.861 9.032 .217 1.313 .200
a. Dependent Variable: Rentabilitas

 

Berdasarkan analisis data diketahui tingkat signifikansi rasio operating profit margin sebesar 0.010 lebih kecil dari =5% yang berarti probabilitas < =5% dengan demikian dapat disimpulkan Ho ditolak yang berarti raio operting profit margin berpengaruh secara parsial terhadap rentabilitas ekonomi perusahaan ban dan tingkat signifikan rasio total assets turn over sebesar 0.200 lebih besar dari  =5% yang berarti probabilitas > =5%. Dengan demikian dapat disimpulkan Ho diterima yang berarti total assets turn over tidak berpengaruh secara parsial terhadap rentabilitas ekonomi PT. Gajah Tunggal Tbk.

 

b. Uji Serentak

Uji F digunakan untuk menguji pengaruh yang terdiri dari rasio operating profit margin dan total asset turn over terhadap rentabilitas ekonomi PT. Gajah Tunggal Tbk secara serentak.

 

Tabel 4.9

Uji f

ANOVAb
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 1641.489 2 820.744 5.071 .013a
Residual 4370.183 27 161.859    
Total 6011.671 29      
a. Predictors: (Constant), Total Assets, Operating profit
b. Dependent Variable: Rentabilitas

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berdasarkan analisis data diketahui nilai F-hitung sebesar 5.071 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.013 lebih kecil dari =5% yang berarti probabilitas < =5%. Dengan demikian dapat disimpulkan Ho ditolak yang berarti rasio profitabilitas yang terdiri dari rasio operating profit margin dan total asset turn over berpengaruh secara serentak terhadap rentabilitas ekonomi perusahaan ban di Indonesia.

 

 

c. Koefisien Determinasi

Melalui pengujian serentak dapat diketahui besarnya koefisien determinasi (Adj R2). Dari koefisien determinan (Adj R2) dapat diketahui derajat ketepatan dari analisis regresi linier berganda menunjukkan besarnya variasi sumbangan seluruh variabel bebas terhadap variabel terikatnya.

 

Tabel 5.0

Determinasi

 

Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
1 .523a .273 .219 12.72236705
a. Predictors: (Constant), Total Assets, Operating profit
b. Dependent Variable: Rentabilitas

 

 

 

 

 

Besarnya nilai pengaruh rasio keuangan ditunjukkan oleh nilai Adj R2 = 0,273 yaitu persentase pengaruh rasio operating profit margin dan total asset turn over terhadap rentabilitas ekonomi perusahaan ban adalah sebesar 27,3%. Variabel lain diluar rasio tersebut yang menjelaskan variasi perubahan rentabilitas ekonomi perusahaan manufaktur di Indonesia secara menyeluruh adalah sebesar 72,7%.

 

4.3. Rangkuman Hasil Penelitian

Dari beberapa pembahasan diatas, dapat diambil rangkuman dari hasil penelitian sebagai berikut :

1.      Rasio operating profit margin dan total assets turn over berpengaruh secara serentak terhadap rentabilitas ekonomi perusahaan ban yang terdaftar di Indonesia.

2.      Rasio operating profit margin berpengaruh secara parsial terhadap rentabilitas ekonomi perusahaan ban yang terdaftar di Indonesia dan total assets turn over tidak berpengaruh secara parsial terhadap rentabilitas ekonomi perusahaan ban yang terdaftar di Indonesia sehingga secara langsung rasio total assets turn over dominan mempengaruhi perubahan rentabilitas ekonomi perusahaan ban yang terdaftar di Indonesia begitu pula sebaliknya.

3.       Rasio yang ditunjukkan oleh nilai Adj R2 = 0,273 yaitu persentase pengaruh rasio operating profit margin dan total asset turn over terhadap rentabilitas ekonomi perusahaan ban adalah sebesar 27,3%. Variabel lain diluar rasio tersebut yang menjelaskan variasi perubahan rentabilitas ekonomi perusahaan ban di Indonesia secara menyeluruh adalah sebesar 72,7%.

 

 

 



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: